Pegawai SPBU Protes Saat Koster Datang, Buka 24 Jam Jadi Sorotan

Protes pegawai SPBU saat Gubernur Bali Wayan Koster berkunjung. Kebijakan buka 24 jam disorot karena beban kerja petugas dan pasokan BBM yang belum lancar.

Pegawai SPBU Protes Saat Koster Datang, Buka 24 Jam Jadi Sorotan
Foto: Sumber Internet (perlu verifikasi lisensi)

Kunjungan Gubernur Bali I Wayan Koster ke sebuah SPBU memicu reaksi emosional dari para pekerja perempuan yang bertugas. Mereka menyampaikan keberatan terkait kebijakan operasional 24 jam. Kekhawatiran utama berkisar pada beban fisik dan mental yang harus ditanggung jika jam kerja terus diperpanjang tanpa penyesuaian sif yang memadai.

Pada 13 Oktober 2026, Koster bersama Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyepakati pembukaan 92 SPBU di wilayah Denpasar dan Badung sepanjang hari. Tujuannya untuk mengurangi kepadatan antrean kendaraan serta mempercepat penyaluran bahan bakar. Meski demikian, aspek kesejahteraan tenaga SPBU belum mendapat perhatian setara dalam kebijakan tersebut.

Para petugas mengingatkan bahwa mereka bukan mesin yang bisa terus bekerja tanpa jeda. Pembagian tugas harus tetap mempertimbangkan batas kemampuan tubuh manusia. Apabila jam operasional ditambah tanpa penambahan personel atau pengaturan rotasi yang adil, risiko kelelahan akan meningkat dan kualitas pelayanan berpotensi menurun.

Masalah mendasar bukan hanya soal durasi buka, melainkan ketersediaan pasokan dari depot ke SPBU. Tanpa aliran BBM yang stabil, penambahan jam operasional tidak akan menyelesaikan antrean. Penyaluran harus dipercepat bersamaan dengan penyesuaian kondisi kerja petugas agar solusi yang diterapkan benar-benar berkelanjutan.