Jumlah kunjungan wisatawan ke Bali mengalami kenaikan signifikan setelah libur panjang. Dinas Pariwisata Provinsi Bali mencatat lonjakan sekitar 18 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Kenaikan ini didorong oleh pulihnya rute penerbangan internasional dan meningkatnya minat wisatawan domestik.
Menurut Kepala Dinas Pariwisata Bali, rata-rata lama tinggal wisatawan juga bertambah dari tiga hari menjadi empat hari. Wisatawan tidak lagi hanya berkunjung ke kawasan Bali Selatan, tetapi mulai menyebar ke Bali Timur dan Bali Barat.
Sektor akomodasi menjadi penerima manfaat terbesar. Tingkat okupansi hotel berbintang di kawasan Nusa Dua, Seminyak, dan Ubud naik di atas 75 persen pada akhir pekan. Pelaku usaha vila dan homestay mengaku kewalahan menerima pesanan yang masuk secara mendadak.
Sektor kuliner dan oleh-oleh turut merasakan dampaknya. Beberapa restoran di kawasan Sanur melaporkan peningkatan transaksi hingga 30 persen. Pedagang pasar seni juga mengaku omzet mereka kembali mendekati kondisi sebelum pandemi.
Meski begitu, sejumlah pengamat mengingatkan pentingnya menjaga kualitas lingkungan. Lonjakan kunjungan berpotensi menambah beban sampah dan kemacetan bila tidak diimbangi pengelolaan yang baik.
Pemerintah daerah berencana memperluas program pariwisata berbasis desa. Program ini diharapkan menyebarkan manfaat ekonomi secara lebih merata ke seluruh kabupaten di Bali.





