Kelangkaan BBM di Bali, Warga Antre Berjam-jam hingga Sempat Pingsan

Kelangkaan BBM di sejumlah SPBU Bali memicu antrean hingga satu kilometer. Pertamina menambah pasokan dan meminta maaf atas kendala distribusi.

Kelangkaan BBM di Bali, Warga Antre Berjam-jam hingga Sempat Pingsan
Ilustrasi: SPBU Pertamina di Bali. Foto: Yoshi Canopus (CC BY-SA 3.0, Wikimedia Commons)

Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) melanda sejumlah wilayah di Bali dalam beberapa hari terakhir. Antrean panjang kendaraan mengular di banyak stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), mulai dari Denpasar, Badung, Tabanan, Klungkung, Buleleng, hingga Bangli. Warga terpaksa berburu bensin hingga berjam-jam demi mengisi tangki kendaraan mereka.

Keluhan masyarakat mencuat setelah beberapa SPBU kehabisan stok Pertalite dan Pertamax. Di Tabanan, kekosongan terlihat di SPBU kawasan Terminal Pesiapan, dekat Kantor DPRD Tabanan, hingga jalur Bypass Ir. Soekarno. Sejumlah pengendara sepeda motor bahkan tampak mendorong kendaraannya karena kehabisan bahan bakar.

Antrean di sejumlah titik dilaporkan mengular hingga sekitar satu kilometer. Kondisi itu tak hanya membuat warga menunggu lama, tetapi juga memicu kemacetan di ruas jalan utama. Personel kepolisian diterjunkan untuk mengatur lalu lintas dan mencegah keributan di sekitar SPBU.

Di tengah kelangkaan, sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan BBM untuk aktivitas sehari-hari. Tak hanya di SPBU, bensin di warung pengecer pun mulai sulit ditemukan. Harga eceran sempat dilaporkan melonjak hingga Rp30.000 per liter di sejumlah lokasi.

PT Pertamina (Persero) menyampaikan permohonan maaf atas antrean panjang yang terjadi. Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengakui ada kendala pada proses bongkar muat kapal tanker pengangkut BBM, termasuk kesulitan penjangkaran saat akan menurunkan muatan di Bali.

Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menyebut lonjakan permintaan Pertalite turut memperberat situasi. Rata-rata konsumsi Pertalite di Bali mencapai sekitar 2.200 kiloliter per hari, yang menjadi acuan dalam merencanakan pasokan dan mengatur prioritas distribusi.

Untuk mempercepat pemulihan, Pertamina menambah penyaluran BBM sebanyak total 26.200 kiloliter. Tambahan pasokan itu diangkut bertahap menggunakan kapal tanker dan dijadwalkan tiba di Terminal BBM Sanggaran, Denpasar, serta Terminal BBM Manggis, Karangasem.

Pemerintah daerah juga meminta Pertamina segera membenahi pasokan. Gubernur Bali Wayan Koster mendesak agar distribusi BBM kembali normal, sementara sejumlah pihak menyoroti ketergantungan ekonomi Bali pada bahan bakar untuk sektor transportasi dan pariwisata.

Sebagai langkah sementara, Pertamina menyiagakan 52 SPBU yang beroperasi 24 jam di enam kabupaten dan kota di Bali. Masyarakat diimbau membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan agar antrean segera terurai.