Penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian Pertalite mulai menunjukkan hasil pada hari pertama, Sabtu (17/10/2026). Antrean sepeda motor di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) mulai terurai, meski persoalan kelangkaan BBM belum sepenuhnya selesai.
Di Denpasar, antrean sepeda motor di SPBU Jalan Hayam Wuruk mulai berkurang dan tidak lagi mengular hingga ke jalan raya. Namun, antrean mobil masih memanjang hingga sekitar 300 meter dengan waktu tunggu lebih dari satu jam.
Kondisi berbeda terpantau di Jembrana. Di tengah penerapan ganjil-genap, sejumlah SPBU di kawasan Kota Negara kembali kehabisan stok BBM pada Sabtu siang, sehingga warga harus berpindah dari satu SPBU ke SPBU lain untuk mencari bahan bakar.

I Putu Juliana, warga Banjar Dangin Berawah, Desa Perancak, mengaku mengantre sekitar tiga jam di SPBU Kepuh. Ia mulai mengantre pukul 09.30 Wita dan baru mendapatkan BBM sekitar pukul 12.30 Wita.
Pertamina Patra Niaga memperkuat distribusi dengan mengerahkan 108 mobil tangki, mengoperasikan terminal selama 24 jam, serta menyiagakan 66 SPBU yang beroperasi 24 jam. Sistem ganjil-genap berlaku 17-19 Oktober 2026 dengan pembatasan maksimal 20 liter untuk kendaraan roda empat dan tiga liter untuk roda dua.





