Kebijakan ganjil-genap Pertalite mulai diberlakukan di Bali sejak pekan ini. Langkah ini bertujuan mengurangi antrean panjang di SPBU yang sempat mengular hingga beberapa kilometer. Pemerintah daerah bersama Pertamina berharap distribusi BBM kembali normal dalam waktu dekat.
Di SPBU kawasan Denpasar dan Badung, antrean mulai terlihat lebih pendek dibandingkan beberapa hari lalu. Warga yang sebelumnya harus menunggu berjam-jam kini bisa mengisi bahan bakar dalam waktu sekitar 15 hingga 30 menit. Namun, beberapa SPBU di wilayah Tabanan dan Buleleng masih melaporkan stok yang terbatas.
Penerapan ganjil-genap ini berlaku untuk kendaraan roda empat dengan nomor polisi ganjil atau genap sesuai tanggal. Petugas SPBU diminta memeriksa nomor plat sebelum mengisi tangki. Sanksi belum diterapkan secara tegas, tapi masyarakat diimbau untuk patuh demi kelancaran distribusi.

Dampak kebijakan ini juga dirasakan oleh pelaku usaha kecil, termasuk pedagang di sekitar SPBU. Beberapa penjual bensin eceran mengaku penjualan mulai menurun sejak aturan baru diterapkan. Mereka berharap Pertamina segera memastikan pasokan cukup agar tidak ada lagi krisis BBM berkepanjangan.

Sebagai penutup, masyarakat Bali diharapkan tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina akan terus dipantau agar distribusi BBM berjalan lancar di seluruh wilayah pulau.





