Krisis BBM di Bali tidak hanya soal distribusi, tapi juga penegakan hukum. Sebanyak 21 pengecer Pertalite yang menjual dengan harga ugal-ugalan berhasil ditangkap. Mereka dikenai hukuman kerja sosial sebagai bentuk pertanggungjawaban.
Polda Bali kini mengawal truk tangki dari depo Manggis dan Sanggaran menuju SPBU di seluruh kabupaten. Langkah ini diharapkan mencegah penyimpangan dan memastikan pasokan sampai tepat waktu. Warga diminta melaporkan jika menemukan praktik penjualan ilegal.
Di Badung dan Klungkung, beberapa pelaku sudah diamankan bersama barang bukti puluhan liter Pertalite. Polisi menyatakan akan terus melakukan pengawasan ketat selama krisis pasokan belum sepenuhnya teratasi.

Koordinasi antara Pertamina, kepolisian, dan pemerintah daerah menjadi kunci. Masyarakat diimbau untuk membeli BBM hanya di SPBU resmi dan tidak tergiur harga murah dari pengecer ilegal yang merugikan semua pihak.

Dengan pengawasan ketat dan penegakan hukum, diharapkan krisis BBM di Bali segera berakhir. Semua pihak harus bekerja sama agar masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan mendapatkan bahan bakar.





